_

Minggu, 06 Mei 2012

IFY di Mata Kedua Orangtuanya

Hai temen-temen IFC semuaa :)

Kali ini kita mau sedikit share dengan beberapa pandangan mengenai sosok Ify dari orang terdekatnya yaitu orang tuanya. Ini masih berkaitan dengan hasil tulisan di tabloid Bintang beberapa waktu lalu yang meliput tentang Ify dan mamanya, Gina Sonia. Ada yang belum sempet baca? Ini buat temen-temen yang mau baca kita salin hasil liputannya....

----------------------***----------------------

Alyssa Saufika Umari atau Ify (15), yang mencuri perhatian di Idola Cilik 4 tahun lalu, kini naik daun bersama grup Blink. Ia mampu mengembangkan bakat musiknya dengan maksimal. Bakat yang sudah terlihat sejak masa kanak-kanak ini adalah buah kejelian orang tuanya. Ify adalah putri penyiar TVRI Gina Sonia dan juga cucu bintang sinetron Farida Pasha, artis kawakan di era 80-an pemeran Mak Lampir, yang sejak awal mengendus bakat musik yang besar pada diri anaknya itu. 

Ify dan Bunda


ARAHKAN BAKAT SESUAI “PASSION” DAN HOBI

Memang benar kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Walau suaranya tidak sebagus Ify, Gina mengaku saat kecil hobi menari dan menyanyi. Namun ibunya tidak menghendaki Gina mengikuti jejaknya menjadi artis. Gina berubah haluan menjadi penyiar berita di Radio dan TVRI. “Ternyata saya terjun juga ke televise, tampil di depan publik” buka Gina saat ditemui di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Kendati begitu, pola asuh ibunya tidak Gina terapkan kepada Ify dan dua anaknya yang lain. Dia membebaskan anak-anaknya untuk berekspresi dan berkreasi sesuai potensi, bakat, minat, dan kesanggupan.

“Saya tidak pernah memproyeksikan Ify bakal menjadi seperti sekarang. Apalagi di industri hiburan. Cuma sejak umur empat tahun, Ify sudah bisa main piano. Saya ingat lagu pertama yang dia bisa berjudul ‘Menghitung Hari’. Dia bisa memainkan nada-nadanya dengan benar,” Gina bercerita. Ia lantas mendorong Ify kecil untuk belajar musik di Lembaga Pendidikan Farabi, yang dikelola Dwiki Dharmawan. “Mulanya piano, tapi sesuai saran dari gurunya, sekalian saja latihan vocal.” terang Gina bersemangat.

Dalam perjalanan bakat vokal Ify mulai terlihat. Dia sering diajak pergelaran orchestra bareng Dwiki Dharmawan, Elfas, juga tampil di RCTII dan Trans TV. “Bagus dia bisa mengembangkan bakatnya sendiri. Dia punya sesuatu yang dia senangi, punya hobi yang positif,” kata Gina bangga. “Sampai suatu waktu sekolah musiknya menyarankan Ify ikut audisi Idola Cilik. Kaget dong, apalagi Ify lolos audisi,” tambahnya. Orang tua hendaknya tidak membatasi daya eksplorasi anak. Biarkan dia berkembang, tapi tetap dengan arahan dan pantauan orang tua. “Silahkan saja, saya tidak membatasi dia untuk mengeksploitasi bakatnya. Dia menyanyi saya dukung. Dia tampil saya menonton.”

Ify beruntung lahir di zaman yang berbeda dengan ibunya atau neneknya. Sekarang, hampir semua stasiun televisi memiliki ajang pencarian bakat. “Idola Cilik mengubah semuanya. Buat saya, ajang ini buat proses pembelajaran,” kata sang ibu, Gina. Kalah menang buat Ify tidak jadi soal. Baginya, menyanyi dan bermain musik sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya, bukan sekadar hobi. Tentu saja, prioritas utama tetap pendidikan. Ify saat ini bersekolah di SMP An-Nisaa' kawasan Pondok Aren, Tangerang, Banten. 
“Saya enggak tenang dalam melangkah kalau belum mendapat restu dan didoakan ibu,” kata Ify jujur.

MENGAJARI IFY BERSIKAP PROFESIONAL 

Gina bukan hanya memfasilitasi, tapi juga kerap menonton Ify manggung. “Tanpa dia minta, saya kalau tidak ada kegiatan lain pasti hadir. Itu sebagai bentuk dukungan, apresiasi buat dia agar lebih termotivasi. Hal-hal seperti itu kecil, tapi semoga berarti buat dia,” ungkap Gina yang tidak pernah lupa berdoa untuk Ify. Mengenai keterlibatan dalam sinetron Putih Abu-Abu, Gina melihatnya sebagai proses pembelajaran. Jika disuruh memilih, Ify lebih berat ke nyanyi ketimbang akting.

“Akting bukan passion aku. Tapi karena di sinetron itu bawa Blink, mau enggak mau harus menjalankan komitmen dan bersikap profesional,” cetus Ify. 
“Itu memang dunia baru buat dia yang saya sendiri tidak pernah menyangka. Apalagi di antara yang lainnya, Ify sama sekali tidak punya latar belakang akting. Terus terang saya kurang tertarik dengan dunia akting karena konsekuensinya. Misalnya soal waktu. Kalaupun sekarang dia sudah nyemplung, ya sudahlah, dijalani saja dulu. Dengan begitu dia belajar bagaimana menjadi profesional,” Gina menjelaskan. 

Sebagai ibu, Gina cenderung memperlakukan Ify seperti teman, lebih terbuka. Tanpa ditanya, Ify kerap bercerita kesehariannya, termasuk kehidupan percintaannya yang masih kosong. “Saya merasa Ify cukup terbuka pada saya. Okelah, saya dan Ify best friend forever, tapi ada kalanya saya menjadi ibunya. Saya bisa marah begitu dia salah,” Gina melirik Ify. “Tapi ada kalanya saya tidak terbuka. Misalnya, kalau di sekolah dimarahi guru karena nilainya kurang, saya malas cerita ke mama. Enggak tahu kenapa. Padahal mama tidak marah, paling cuma menegur,” timpal Ify.

Gina mengajari Ify untuk berhemat dengan cara membeli ponsel yang diminta Ify dari hasil tabungannya. “Itu yang saya ajarkan, untuk mendapatkan sesuatu harus melalui usaha. Tidak ada yang mudah,” Gina menyatakan. Walaupun sudah menjadi artis, tak ada yang berubah dari Ify. “Alhamdulillah dia sudah mandiri. Syuting saja jarang sekali saya temani. Enggak ada asisten juga,” Gina mengaku.

Sebagai seorang ibu, Gina ingin melihat Ify bahagia dengan pilihannya. Tidak ada keterpaksaan. “Dia senang menjalani sesuatu yang sesuai passion dan pilihannya. Dia tidak pernah mengeluh,” Gina mengaku bangga. 
Saya berusaha menjaga dan mengikuti apa yang mama bilang. Saya ingin seperti mama, pekerja keras dan tidak pernah mengeluh,” pungkas Ify. (end)


----------------------------***---------------------------

Membaca hasil liputan itu, kita jadi inget beberapa status atau tweet dari orang tuanya Ify sebelumnya yang masih berhubungan dengan topik diatas, ditujukan untuk anak gadis kebanggaan mereka ini. Ini diantaranya... 



"Alhamdulillah... bangga, bersyukur dg "mental juara" yg kalian tunjukkan. Suka tdk suka tetap dijalani sbg konsekuensi pilihan. Ditengah 'hiruk pikuk' kegalauan, ttp mencoba belajar utk ujian. Jadi apapun kalian nanti, mental spt ini yang membuat kalian survive & sukses"

 

"'Mental Juara' adalah hasil paling berharga yang dapat diraih dari sebuah lomba pencarian bakat. Bukan piala, jumlah SMS, atau fans. "
 


"My daughter is only 15.. But she can not tolerate any unprofessional attitude within her team.. She can be very tough and uncompromise on this matter.. Compare to myself when i was 15, her leadership is waaaay ahead of me... So proud of her..."


Itulah beberapa hal sempat diungkap kedua orangtuanya mengenai Ify. Hal-hal yang diungkap di atas mungkin hanya sebagian sisi positif dari Ify yang mampu ia tunjukkan dan jaga untuk memenuhi harapan kedua orang tuanya. Ify mungkin memang bukan sosok yang sempurna, di balik kelebihannya, pasti juga punya banyak kekurangan juga. Begitulah namanya manusia yang tak bisa luput dari kesalahan. Tapi yang terpenting dalam hidup adalah bagaimana terus bisa belaar memperbaiki sisi negatif menjadi sisi positif, kemudian menjaga sisi positif itu dan memaksimalkannya hingga mampu menghasilkan suatu yang positif juga darinya. Mungkin ini adalah beberapa sisi positif Ify yang bisa kita ambil pelajaran darinya. Belajar bersikap professional, belajar punya passion yang kuat dalam hidup, dan sikap orang bermental juara. Dan satu hal lagi yang terpenting yang harus kita ambil dari tulisan di atas. Jangan pernah mengabaikan orang tua. Karena restu orang tua, restu Tuhan juga kan? :)

Semoga ini bisa mengilhami temen-temen semua untuk bisa mengikuti sisi positif Ify. Karena kan tujuan mengidolakan seseorang seharusnya adalah ya selain untuk mendukung dan mengapresiasi karyanya, ya semoga idola itu bisa ngasih kita semangat dan contoh buat ngikutin sisi-sisi positifnya, membuat hidup kita terpacu jadi lebih baik. Tapi kalo sisi negatifnya jangan diikutin yaaa hehehe…. Yah semoga Ify bisa terus menjadi sosok idola, teman, sahabat kita yang baik, mampu memberi banyak hal berharga kepada semua, dan mampu membanggakan orang-orang yang menyayangi dia. 

IFC. We’re Still Together…

1 komentar:

iffahsari.musyrifah mengatakan...

Terharu bacanya :')
proud of you ify! Pokonya tetep jd ify yg sekarang ya, pegang terus peribahasa padi . Makin berisi makin menunduk:)
yg terpenting bukan dikenal dan dipuja banyak orang, tapi jadilah inspirasi bagi orang lain. Dan sedikit demi sedikit kamu udah membuktikannya :---)