_

Minggu, 24 Desember 2017

Ify Alyssa: GITAR Intimate Concert

Hai sahabat-sahabat IFC..

Kali ini kita mau bahas sebuah moment berharga dari Ify di penghujung tahun 2017 ini. Sejak resmi mengikrarkan diri sebagai solois lewat peluncuran single GITAR bulan Oktober 2017 kemaren, hari demi hari geliat Ify untuk membuktikan kapasitas dirinya semakin terlihat. Bisa kita liat di aktivitas Ify selama bulan Oktober-November lalu (bisa baca-baca lagi di Ify Alyssa Journey), banyak sekali kegiatan promosi dan acara-acara offair yang Ify lakukan. 

Bertekad berkarya secara jujur, Ify mungkin cukup nothing to lose lagunya bakal disukai banyak orang. Single GITAR sendiri, pada awalnya Ify sendiri berpikir single ini mungkin tidak radio friendly, dalam artian mungkin bukan tipe lagu yang bakal senang orang request berkali-kali. Tapi dia tetap berusaha pede buat nunjukin karyanya. Dan Alhamdulillah, nyatanya respon dari pendengar sangat positif. Setelah promo di radio-radio sekitaran Bandung dan Jakarta, Alhamdulillah juga ternyata single GITAR bisa menembus top chart di beberapa radio, bahkan radio sekelas Radio Ardan Bandung. Pencapaian ini tentu membuat lega seorang Ify Alyssa setelah sekian waktu dibayang-bayangi berbagai kekhawatirannya dalam memulai solo karirnya. Tak ada yang lebih membahagiakan seorang musisi selain karyanya bisa diapresiasi & dinikmati masyarakat luas, kan? :)

Dan Alhamdulillah, sebuah impian Ify baru-baru ini kembali bisa terwujud. Ify akhirnya bisa membuat sebuah konser untuk menunjukkan karya-karya originalnya dan kemampuannya dalam bernyanyi dan bermusik. Memang bukan konser besar, hanya Intimate Concert, tapi ini tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam perjalanan karir Ify. 



Intimate Concert GITAR. Sebuah event yang dibuat oleh Ify berkerjasama dengan Trivet Sembel, pendiri Proud.Project, sebuah Komunitas "Gerakan" Proyek Sosial yang hadir dengan sebuah tujuan menyebarkan kisah-kisah positif dan inspiratif lewat Storytelling. Ify memang sebelumnya pernah diinterivew menjadi narasumber proud.project ini. Dan setelah lama tak bertemu, mereka kembali dipertemukan di istana negara dalam undangan diskusi anak muda kreatif bulan September yang lalu. Dari pertama ketemu Ify udah kagum dengan Trivet dengan segala pemikirannya. Hingga akhirnya mereka pun memberanikan diri buat berkolaborasi membuat sebuah event dengan segala ide-ide gila yang ada dibenak mereka. Ify punya karya di musik, Trivet punya project inspiratifnya, maka jadilah acara "Breaking Walls: "GITAR" Intimate Concert with Ify Alyssa". Sebuah acara yang bakal memadukan sajian musik dan mengupas sisi-sisi inspiratif seorang Ify Alyssa lewat jejak karir barunya menjadi seorang solois dan passionnya dalam bermusik. Mereka percaya, musik juga bisa menjadi sebuah "alat komunikasi" yang kuat untuk berbagi cerita.

Dan pada tanggal 21 Desember 2017 kemaren, dengan berkerjasama juga dengan Conclave dan Circledoo juga, acara yang direncanakan mereka itu akhirnya terlaksana di Conclave Wijaya. Persiapan acara ini cukup singkat, mungkin cuma sekitar 2 mingguan dari ide tercetus. Akhirnya dengan persiapan agak kilat, dg latihan yang juga tak kalah ngebut, acara ini baru dipromosikan di sosial media 4 hari sebelum acara digelar. Dengan kapasitas tempat untuk 100 orang, Alhamdulillah bisa full bocking juga. Sempet deg-degan juga nih takut yang nonton dikit hehehe... Ternyata bisa full juga, walau kalo diliat-liat kebanyakan temen-temen Ify sih hehehe... Tapi liatnya senang juga mengetahui kalau banyak orang yang mensupport apa yang tengah Ify perjuangkan. Terlihat yg hadir ada keluarga sepupu-sepupunya Ify, temen-temen SMA Al-Izhar Ify, temen-temen kampus di UPH, hingga teman-teman musisi yang sering kali Ify berbagi ilmu, seperti Ifa Fachir, Alika, Bisma, Matthew,dll, juga ada Febby teman segrubnya dulu di BLINK, semua datang untuk mesupport Ify. Dan tentunya teman-temen IFC juga yang ikut meramaikan suasana :)

Pengisi utama acara "Intimate Concert GITAR"

Acara dimulai dari jam 7.30 malam. Dibuka oleh MC, Laras dari Proud.Project, dan acara diawali oleh Event Direktor dari Conclave, Arya Prasetya, yang bercerita mengenai Conclave yang menjadikan diri sebagai wadah untuk sharing berbagai ilmu dan cerita dari berbagai kalangan. Kemudian acara disambung oleh Trivet Sembel, Co-Founder/CEO Proud Project. Pertama dia berbagi cerita tentang latar belakang proud project. Setelah itu barulah Ify masuk untuk ngobrol-ngobrol seru bareng Trivet.

Banyak pertanyaan yang diajukan Trivet kepada Ify. Diantaranya perihal lagu GITAR seperti apa yang menjadi inspirasi lagu gitar dan makna lagu itu sendiri. Seperti yang sudah pernah kita bahas juga dipostingan GITAR, kurang lebih jawaban Ify sama sih. Kalau lagu gitar itu diciptakannya ngalir aja, saat dia lagi coba-coba menciptakan lagu dengan gitar. Dan lagu gitar itu sendiri bercerita tentang seseorang yang mengenang masa lalu yang menurutnya indah, walau bukan berarti dia terpaku dengan masa lalu, karena hidup itu harus dijalani terus.

Soal menciptakan lagu Ify mengungkap bahwa yang tengah dia usahakan kini adalah bagaimana agar bisa terus konsisten bikin lagu. Yang terpenting adalah melakukan apa yang dia sukai.

Interview w/ @Proud.project

Interview Ify bareng proud.project semakin seru dengan pertanyaan-pertanyaan dari Trivet dan juga audiens yang semakin serius nih. Ify ditanya persoalan seperti hal-hal apa yang membuat dia sulit untuk konsisten bermusik selama ini, serta faktor apa yang membuat dirinya tak bisa berkarya secara jujur. Ify juga dibrondong pertanyaan soal keputusannya memilih jalur indie dan meninggalkan mayor label yang sempat membesarkan namanya.

Ify disini mulai lebih banyak bercerita secara intim. Selama 6 tahun belakangan ini, dia sempat merasa menjadi orang yang kurang produktif. Itu adalah masa-masa disaat dia sempat menjalani kehidupan stripping sinetron berkepanjangan. Dia merasa saat itu konsentrasinya benar-benar terpecah. Aktivitas syuting setiap hari yang dijalaninya dari sepulang sekolah sampai malam bahkan sampai pulang pagi, ternyata terasa begitu buruk bagi Ify. Ini membuat dia gak cuma menjadi kurang produktif bermusik, tapi juga membuat dia jauh dari teman-teman dan keluarganya karena kurangnya waktu untuk bisa berkomunikasi. Belum lagi cap orang-orang yang jadi lebih mengenal dia sebagai pemain sinetron, membuatnya cukup menyesalkan hal itu.

"Kira-kira SMP kelas dua, sempat buyar karena ikut stripping, main sinetron, main film. Jadi kadang, mindset orang kadang ngecap gue kayak, 'Oh, ini pemain sinetron atau apa'. Itu moment-moment di mana gue merasa agak kurang konsisten sih" - Ify.

Meskipun dulu aktivitas syutingnya masih ada berkaitan dengan musik, seperti saat dirinya diminta membuat lagu untuk soundtrack sinetron dan pembuatan album, namun Ify merasakan bahwa musiknya sering kali gak sesuai dengan apa yang dia mau. Dia merasa mendapat tekanan dalam berkarya.

Misal saat dulu dia diminta membuat sountrack sinetron, dia diminta membuat lagu yang agak ngebeat biar lebih easy listening. Walau lagu tipikal seperti itu bukan 'Ify banget', tapi Ify tetap mencoba membuatnya. Setelah jadi, dia kasih dengar ke yang minta, ternyata dibilang liriknya terlalu puitis dan sulit dihapal. Ify disuruh membuat lagu yang lebih simple dengan jenis musik dan lirik yang diulang-ulang biar orang mudah hafal, sesuai kehendak si peminta. Dan disana Ify langsung angkat tangan, karena itu bener-bener bukan yang dia mau. Ify tak mau dia mengerjakan lagunya setengah hati dan dia menjadi tak jujur dengan karyanya.
"Nulis lagu dua, satu lagu mellow dan satu lagu beat. Udah kayak diatur aja, style-nya kayak gimana, aransemennya. Sempet aku buat yang aku mau, terus sempet 'Enggak ah, ini terlalu jazzy' atau gimana sampai diganti jadi girlband style Korea-korea gitu. Akhirnya jadi kayak, 'Ah, kurang semangat' karena ujung-ujungnya diatur juga 'kan, sama mereka mau seperti apa, bukan apa yang aku mau sampein ke orang," - Ify Alyssa
Ify dan Trivet Sembel

Dan bagaimana pandangan Ify soal mayor label yang mungkin karena lebih money oriented, makanya ngikutin selera pasar. Apakah Ify sendiri maunya berkarya mengikuti selera yang orang mau atau berkarya sesuai yang Ify mau aja?

Menurut Ify mayor label itu enaknya semua udah diurusin dan disiapin. Mulai dari dana, konsep, dll. Pokoknya taunya tinggal nyanyi aja. Nah, kalau indie itu menurut Ify kita harus tau musiknya mau jadi seperti apa sendiri. Konsepnya segalanya harus dimulai dari 0 juga. Tapi walau dikerjakan secara mandiri, buat Ify jalur indie memberi dia kesempatan untuk bisa berkarya secara lebih jujur. Jadi Ify kembali menegaskan kalau dari awal dia solo, dia memang mau berkarya secara lebih jujur, dan mungkin sejauh ini jalur indie inilah yang bisa mewadahi dia berkarya secara jujur sesuai apa yang dia mau. Oleh karena itulah, selepas selesainya kontrak dia bersama mayor label, Ify memutuskan untuk bersolo karir secara indie.



Dan pertanyaan terakhir muncul dari Bisma. Bisma nanya Ify, bagaimana cara Ify mengubah imej dari yang tadinya Ify Blink, dan sekarang jadi Ify Alyssa. Dari yang dulu mungkin malah dikenal sebagai pemain sinetron, sekarang mau konsisten bermusik saja? Ify menanggapi kalau dia menyadari kalau hal ini memang hal yg sulit. Apalagi nama itu udah melekat selama 6 tahun belakangan ini. Ify kini hanya ingin lebih konsisten bermusik saja. Gak lagi seperti dulu, waktu habis untuk hal yang tidak dia inginkan, gak konsisten bermusik. Dia berharap dengan begitu imej barunya sebagai solois akan dikenal. Oleh karena itu Ify sekali lagi mantab bilang bahwa dia ingin terus berkarya jujur sesuai apa kata hatinya.

"Susah banget memang untuk rebranding image. Karakter kan orang lain yang menilai, jadi aku terus berkarya aja terus dengan sendirinya akan kebentuk karakternya. Yang jelas aku ingin ngerjain apa yang benar-benar aku suka," - Ify.

Wah, walau dulu terlihat profesional, gak nyangka juga yaa ternyata seberat itu beban yang dirasakan Ify diharuskan menjalani sesuatu hal yang bukan menjadi passionnya, atau harus membuat karya yang gak sesuai dengan kata hatinya. Tp apapun masa lalu yang sudah dia jalani, Ify menyadari itulah jalan hidup yang harus dilewatinya. Yang terpenting apa yang akan kita jalani ke depannya, gitu kan Fy? :)

Nah, mungkin itu kurang lebih apa yang dibahas dan diungkapkan Ify secara gamblang dalam interviewnya bersama Proud.project. Sampai disini sudah berasa banget yaa, kalau tekad Ify tuh sudah sangat bulat sekali. Dia benar-benar mantab dan fokus dengan jalan yang telah dia pilih, yaitu musik. Pengalaman-pengalaman tak nyamannya di masa lalu, membuat dia kini menjadi jauh lebih menghargai apa yang dia miliki sekarang. Karena hidupnya, dia yang menjalani, maka dialah yang paling berhak menentukan jalan mana yang dia ambil tanpa harus tertekan dengan keputusan orang lain. Semoga jalan yang kamu pilih kini, slalu diberkahi oleh Allah ya Fy, aamiin... :)



Kelar interviewnya, acara berlanjut ke sajian musik dari Ify. Sebelumnya, diputar terlebih dahulu music video GITAR secara perdana sebelum dirilis besok harinya. Konsepnya simple nih, seperti seolah-olah Ify sampai disuatu masa dia sendirian. Dan dalam kesendiriannya dia mengenang, seolah-olah orang yang dia kenang kembali hadir mengulang moment-moment indahnya dulu. Disini yang jadi model MV nya Ify dan Gerald sendiri. Lagu Gitar ini sebenarnya lagu yang cukup sendu. Tapi kemaren waktu pemutaran MV Gitar, gada kesan-kesannya sendu deh, secara penonton yang notabene nya banyak temen-temen Ify dan juga Gerald, tiap nongol scene Gerald gitu malah pada disorakin dan diketawain hihihi... Mungkin pada gak biasa liat seorang Gerald berakting gitu kali yaa hehehe... Eh terus sempet ada kejadian lucu juga. Di depan-depan kan masih syahdu yang nonton diem, eh pas sampai sebelum reff pertama kan ada jeda tuh sebelum lirik yang 'Uuu..uuu... Bagai petikan gitar yang Syahdu', eh ada anak balita dari salah satu IFC yang hadir malah nyanyi kenceng teriak 'Uuu..uuu' duluan. Ini sontak bikin orang satu ruangan ketawa hehehe... Luar biasa emang yaa... IFC sekarang dari segala macam umur, yang balita pun ada hahaha...



Yang mau nonton video clip GITAR, bisa liat di Youtube Ify Alyssa Music, berikut: 



Kelar pemutaran VC Gitar, pertunjukkan musik pun dimulai. Gerald Situmorang dan Dika Chasmala pun telah maju ke depan dengan alat musiknya masing-masing, Gerald pada gitar, Dika pada biola, siap menggiringi Ify bernyanyi yang juga telah siap dengan keyboardnya.




Lagu pertama mereka bertiga membawakan lagu ciptaan Ify yang sempat menjadi karya lagu Instrumental perdana yang dibuat Ify untuk ujian di UPH. Lagu Instrumental berjudul "Paper Kites" ini terdengar lebih meriah dengan perpaduan apik dari piano, gitar, dan biola oleh trio ini. Memang cocok sekali sebagai lagu pembuka sebagai pemanasan pertunjukan malam ini... Yang pengen ikut terbawa dengan permainan apik mereka, yuk langsung dilihat videonya di bawah ini ...



Lagu kedua, Ify dkk membawakan lagu "BLOOM"dari Paper Kites. Eh yang ini nama bandnya yah paper kites, kalo yang di atas judul lagu Ify beda lagi hehehe...  Suara Ify yang ngademin cocok banget dehh cover lagu ini. Ditambah permainan gitar Gerald yang juga super enak, dan alunan biola Dika yang ngalir banget, jadilah sajian yang kece! Langsung diliat videonya di bawah...



Lagu ketiga Ify bawain lagu ciptaannya lagi. Yang kali ini belum pernah dia kasih denger ke publik nih. Katanya sih ini bakal jadi salah satu lagu yang bakal dia masukin ke bakal album dia nanti. Kali ini Ify meminta bantuan salah satu teman SMAnya, Bella Utami, untuk menulis liriknya. Lagu berbahasa Inggris ini, sekali lagi sangat cocok dengan vokal Ify. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang selalu ingin bersama dengan seseorang yang diinginkannya. "I'll follow you through the crowd, wherever you go, wherever the wind blows". Itu sebait lirik lagu yang begitu manis ini, yang bikin yang denger bakal langsung jatuh cinta deh dengan alunan indah suara Ify. Di Lagu ini Ify nyanyikan dengan cara sangat bertutur, seakan-akan lagi dengerin dia bercerita gitu deh, bikin yang denger jadi ikut terhanyut. Dan Ify berharap pesan lagu ini bisa sampai ke pendengarnya. Mari kita denger sama-sama...


Lagu selanjutnya, Ify dkk membawakan lagu ciptaan Gerald. Sebelum membawakan lagunya, Ify sempet cerita ttg BTS lagu ini nih.. Konon katanya, lagu ini baru diciptakan disela-sela Ify syuting buat VC Gitar dulu. Dan saat Gerald ngasih denger lagu ini dengan Ify, Gerald meminta Ify yang membuat liriknya. Lagu ini diberi judul "Perjalanan Menuju Kesana". Dan menurut Ify, ini sangat kebetulan sekali dia baru saja bermimpi seakan-akan dia sendirian, ditinggal oleh orang-orang sekitar. Mungkin maksudnya kesendirian itu seakan-akan seperti tengah menuju batas akhir kehidupan. Dan berdasarkan mimpi itulah Ify menulis lirik lagu "Perjalanan Menuju Kesana".



Mungkin ini lagu yang cukup sulit. Ini nampak saat selesai membawakannya saja Ify sampe tereak saking leganya udah selesai bawain lagu ini. Cukup strees juga kali yaa dia sampe-sampe teriak saking leganya gitu hehehe... Lagu yang sulit, namun sangat menggugah rasa, yuk diliat videonya... Kynya lagu yang satu ini kece juga Fy dimasukin album, semoga bang Gerald berkenan lagunya dimasukin album hehehe... 



Lagu ke-5 Ify membawakan lagu ciptaan Gerald kembali "Time is The Answer" yang ada di album Gerald Sitomorang Trio. Tapi saat pertama kali dirilis, lagu ini cuma instrument doang. Belom ada liriknya. Nah kali ini udah ada liriknya dan pertama kali dinyanyikan oleh Ify di kesempatan intimate concert Gitar ini. Yuk mari dinikmati lagi suguhan selanjutnya...



Lagu ke-6 Ify bawain cover medley 3 lagu disney, yaitu lagu "When She Loved Me" dari OST.Toy Story 2, lalu disambung lagu "Remember Me" dari film COCO, dan ditutup dengan lagu "I See the Light" dari film Tangled. Dan sekali lagi, Ify emang enak kalo udah disuruh cover lagu-lagu Disney. Berasa dinyanyiin lagu sebelum tidur....



Lagu terakhir, sebagai penutup Ify bawain lagu single barunya, apalagi kalau bukan lagu "GITAR". Dan sepertinya untuk pertama kalinya lagu Gitar dibawakan didepan publik bener-bener duet sama Gerald kayak di lagu aslinya hehehe... 



Seharusnya sih, lagu di atas udah jadi lagu penutup. Tapi karena pada banyak yang minta nambah lagu, Ify akhirnya ngasih 1 lagu lagi. Padahal Gerald dan Dika sudah turun panggung. Alhasil Ify solo piano deh. Cover bonus terakhir Ify membawakan lagu dari Adele "I Can't Make You Love Me". Penutup yang indah....



Dan kali ini benar-benar sudah kelar. Acara pun ditutup dengan senyum lega dan bahagia yang begitu nampak di wajah Ify. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Alhamdulillah sekali melihat apresiasi orang-orang yang begitu positif dengan apa yang Ify hasilkan. Tak hanya oleh keluarga dan para sahabat, tapi juga sahabat-sahabat musisi lainnya yang sudah pengalaman di dunia permusikan. Lagu-lagu Ify yang dibawakan sepanjang acara ini disambut hangat dan disupport agar dimasukkan dalam album Ify ke depannya nanti. 

Bareng temen2 Musisi

Bareng Febby

Bareng temen2 SMA Alizhar

Ify, Mama Gina, dan sepupu2.
Ify & tmn2 IFC




Senanggg banget rasanya bisa liat Ify tampil seperti malam itu. Begitu lepas sekaligus begitu keluar auranya. Liat Ify malam itu seperti dia sudah terlahir kembali. Seluruh tubuhnya seakan-akan ikut berbicara, ikut menjiwai musik yang tengah ia persembahkan. Semoga dengan ini, Ify jauh lebih semangat dalam berkarya, dan karya-karya Ify semakin bisa dikenal luas, hingga Ify bisa semakin mengukuhkan diri sesuai passionnya sejak dulu menjadi penyanyi sekaligus musisi yang handal, aamiinn... Sukses terus Fy, teruslah tulus berkarya dengan hatimu...



Akhir kata, terima kasih teman-teman IFC semua yg sudah slalu setia support dan mendoakan kebaikan Ify slalu. Terima kasih karena tetap slalu percaya pada kemampuan dan segala karya yg Ify berikan. Dan dari kisah Ify kali ini kita bisa petik pelajaran bahwa apapun impian yang kita miliki, lakukanlah dengan jujur seperti apa yang kata hatimu. Tak selamanya melawan arus itu buruk. Jadilah diri sendiri, tanpa harus didikte oleh orang lain. Percayalah, hal-hal positif akan datang dengan sendirinya jika kita percaya pada karya kita sendiri. Stay Positive, guys! :D


Ify FRIENDS Club. We're still together :)

2 komentar:

rahayu utami mengatakan...

Wahh semangat terus ya teh ify untuk solo karirnya semoga ke depannya makin banyan karya karyanya yg bisa dirilis 😊
Baru sempat mampir ke blog ini,
We're still together

rahayu utami mengatakan...

Wahh semangat terus ya teh ify untuk solo karirnya semoga ke depannya makin banyan karya karyanya yg bisa dirilis 😊
Baru sempat mampir ke blog ini,
We're still together